Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember menemukan retakan tanah yang berpotensi longsor di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Masyarakat diminta waspada karena kondisi itu dapat mengakibatkan rusaknya akses jalan raya dan rel kereta api.
"Kami menemukan retakan itu setelah bersama BPBD melakukan asesmen di kebun kopi milik warga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember," kata Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Jember Mamang Pratidina dikutip dari Antara, Kamis, 13 September 2022.
Mamang menyebut potensi longsor tidak mengancam perkampungan padat penduduk. Hasil kaji cepat tim BPBD dan PMI di lapangan menemukan keretakan tanah memiliki lebar dan panjang bervariasi.
" Lebar (keretakan tanah) berkisar 30-50 cm dengan panjang total sekitar 700 meter, mengitari kebun kopi seluas dua hektare lebih," terang Mamang.
Diketahui retakan tanah sudah ada sejak dua tahun terakhir. Di bawah retakan tersebut terdapat lintasan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 9 Jember yang hanya berjarak sekitar 300 meter.
Sementara di atas lokasi tersebut terdapat jalan raya akses terdekat satu-satunya antara Kabupaten Jember dengan Kabupaten Banyuwangi.
"Jarak antara potensi longsor dan bahu jalan hanya sekitar 100 meter dan tanah longsor itu berpotensi menyumbat aliran air sungai Kebun Tanah Manis," ujar Mamang.
Dia menjelaskan air yang tersumbat dapat membentuk bendung alam yang bisa menjadi biang banjir bandang. Untuk itu, BPBD dan PMI Jember meminta Pemerintah setempat mengedukasi warga tentang potensi bencana di daerah rawan tersebut.
"Perlu penanganan cepat agar potensi tanah longsor yang dapat mengancam akses jalan dan kereta api bisa dicegah, sehingga tidak membahayakan pengguna jalan dan masyarakat sekitar," kata dia.
BACA: Kakak Beradik di Pacitan Tertimbun Longsor
(SUR)