MALANG : Polisi sangat berhati–hati dalam memilih menangani kasus hoaks penembakan yang menyeret nama Idris Al-Marbawy atau Gus Idris. Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menyebut itu perkara sensitif.
"Ini kasus sensitif. Jadi harus kami disikapi secara bijak," katanya.
Hendri mengatakan pihak–pihak yang terlibatan pembuatan konten telah menyadari, bahwa konteks adegan tak sesuai dengan realita alias fiktif.
"Itu yang kami belum telusuri lebih jauh. Tapi seharusnya mereka sudah tau semua," ucapnya.
Menurut Hendri belum ada rencana untuk melakukan upaya paksaa Gus Idris, meskipun enam orang sudah dimintai keterangan. Selain itu, pihaknya juga belum mengarah kepada penetapan tersangka.
"Kalau upaya jemput paksa itu sudah harus ada pasal yang dipersangkakan sedangkan ini masih belum," ujar Hendri.
Sebelumnya, Gus Idris dari Ponpes Thoriqul Jannah diduga tertembak saat berada di Markas Nyi Ronggeng. Adegan Gus Idris tertembak ini terekam di video live youtube di kanal pribadinya Gus Idris Official.
Di video berdurasi 4 menit 14 detik, tampak Gus Idris diduga mengalami tembakan orang tak dikenal. Di video Gus Idris yang berjalan menuju mobil terkena dugaan tembakan hingga terkapar.
Tampak di video detik 56 terdengar suara letupan seperti suara tembakan. Tak berselang lama Gus Idrus pun terkapar dengan mengalami luka di bagian dada kanan. Tampak dada kanan Gus Idris mengeluarkan darah. Polisi memastikan jika penembakan itu hoaks.
(ADI)