Sebanyak 5.598 kepala keluarga di Kabupaten Mojokerto menerima bantuan sosial senilai Rp18 miliar. Bantuan itu dipakai membangun jamban yang layak.
Pemkab Mojokerto berharap seluruh desa di wilayah itu bisa menyandang status open defecation free (ODF) pada tahun ini. Bupati Mojokerto, Ukhfina Fahmawati, mengatakan nantinya setiap warga menerima Rp3,1 juta untuk membangun jamban yang sehat.
Ikhfina merinci dari total dana yang diterima, Rp2,1 juta digunakan untuk biaya bahan dan Rp1 juta untuk membayar pekerja. Dia juga sempat melihat langsung proses pembangunan jamban di Desa Kepuhanyar.
"Jadi tadi kami sudah lihat di lapangan, kami sudah tinjau ke toko bahan bangunan dan betul-betul dibuat sesuai standar yang bagus," tutur dia, dikutip dari Antara, Minggu, 20 Oktober 2022.
Menurutnya, hingga saat ini progress pembangunan sudah berjalan baik. Pengiriman bahan bangunan sudah mencapai 51 persen.
"Jadi sudah siap bangun dan tinggal nunggu progresnya semoga dengan cepat," ucapnya.
Pemkab Mojokerto juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan itu. Masyarakat turut serta menyediakan bahan bangunan dan menjadi tenaga kerja.
"Kegiatan ini bukan hanya pembangunan jamban tetapi semacam padat karya. Jadi kami memanfaatkan tenaga kerja lokal dan penyedia barang yang ada di lokasi pembangunan," ungkap Ikhfina.
Baca Juga: Ribuan Warga Surabaya Tak Punya Jamban Layak
(SUR)