Bahkan, dua hari jelang pergantian tahun sejumlah jalan protokol di Kota Pasuruan yang biasanya berjejer puluhan penjual terompet kini terlihat sepi. Hanya ada beberapa yang masih nekat berjualan.
Salah satu penjual terompet, Zaenal Hadi mengaku jika penjulan teropet tahun baru miliknya sangat minim. Meski tidak banyak pedagang yang berjualan.
“Sampai hari ini, sepi pembeli. Jauh dibandingkan tahun lalu. Bahkan sehari pernah cuma laku satu terompet. Kalau tahun-tahun sebelumnya seluruh terompet pasti habis terjual, “ keluhnya, Rabu 30 Desember 2020.
Untuk harga terompet, masih tetap sama dengan harga tahun lalu. Berkisar antara Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu tergantung bentuk dan ukuran.
Sementara Nur Laila, salah satu pembeli mengaku terompet dibeli untuk anaknya dan hanya merayakan tahun baru di rumah. “Untuk anak saja, biar ditiup di rumah, tidak kemana mana, “ ucapnya.
(TOM)