SIDOARJO: Meski sudah direlokasi ke wilayah lain, warga korban lumpur Lapindo asal Desa Mindi, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo masih mempertahankan tradisi ngaji Kitab Durrotunnasihin dan Riyadussolihin.
Salah satu pendakwah, Achmad Rofi’i mengatakan tradisi ngaji kitab ini telah dilakukan secara turun-temurun dan memiliki pesan kearifan sosial di tengah pandemi covid-19.
"Melalui aktivitas mengaji Kitab Durrotunnasihin dan Riyadussolihin ini diharapkan bisa menambah semangat masyarakat korban lumpur Lapindo di tengah puasa bulan ramadan, " ujarnya.
Karena masih dalam pandemi covid-19, protokol kesehatan diterapkan ketat bagi para jamaah. Jamaah yang masuk masjid diperiksa suhu tubuhnya dengan thermo gun. Jamaah harus juga mencuci tangan dan diwajibkan mengenakan masker.
Tradisi ngaji Kitab Durrotunnasihin dan Riyadussolihin tersebut dilakukan turun- temurun sejak puluhan tahun saat di bulan ramadan.
(TOM)