Dihantam Cuaca Buruk dan BBM Naik, Nelayan di Jember Alih Profesi

Hendri memilih berjualan ikan asap setelah memutuskan berhenti jadi nelayan/metrotv Hendri memilih berjualan ikan asap setelah memutuskan berhenti jadi nelayan/metrotv

JEMBER: Kondisi cuaca laut yang kurang bersahabat hingga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat nasib para nelayan di Jember, Jawa Timur, kian terpuruk. Untuk menyambung hidup, sebagian nelayan terpaksa beralih profesi dengan bertani dan berjualan ikan asap.

Hendri salah satu nelayam yang membuka usaha ikan asap mengatakan, sejak dua hari terakhir gelombang tinggi melanda perairan laut Puger, Jember. Kondisi ini membuat ribuan nelayan terpaksa tidak melaut karena khawatir akan keselamatannya.

"Menurunnya hasil tangkapan ikan dari hari ke hari ditambah dengan beban biaya operasional yang meningkat imbas dari kenaikan harga BBM membuat nelayan memilih tidak meluat, " ujarnya.  

Dibantu istri dan beberapa tetangganya, hendri setiap hari memproduksi berbagai jenis ikan dengan cara mengasapnya menggunakan tungku tradisional.

BACA: Kenaikan BBM Bersubsidi Tak Berdampak di Kawasan Wisata Bromo

Usaha ini sebenarnya sudah setahun terakhir digelutinya. Namun sejak harga BBM naik dan sering merugi karena tangkapan ikan tak sesuai harapan, Hendri memilih berhenti jadi nelayan dan fokus membesarkan usaha ikan asap di rumahnya.

"Dalam sehari bisa dapat omzet minimal Rp 700 ribu dari jualan ikan asap ini, " ujarnya.

Ikan asap biasanya dipasarkan Hendri dan sejumlah nelayan lain ke pasar-pasar tradisional atau dititipkan kepada para pedagang sayur keliling di desanya.

 


(TOM)