Menaker Sebut BSU Sudah Mencakup 12 Juta Pekerja

Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah (kiri) saat berkunjung ke salah satu rumah warga penerima BSU (Foto / Metro TV) Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah (kiri) saat berkunjung ke salah satu rumah warga penerima BSU (Foto / Metro TV)

MALANG : Menteri Tenaga Kerja (Menaker)  Ida Fauziyah menyebut hingga pertengahan bulan Oktober 2020 sudah menyalurkan bantuan subsidi upah dan gaji (BSU) sebesar 98 persen atau mencapai 12 juta lebih pekerja dan buruh. Rencananya, pencairan bantuan sesi 2 bakal dilakukan akhir Oktober 2020.

Pernyataan ini dilontarkan Ida saat kunjungan kerjanya di rumah para penerima  BSU di Malang. Secara detail, dia menyebut total buruh dan pekerja penerima BSU mencapai 12.166.471 orang atau 98,09 persen. Sementara besaran 1,91 persen atau setara 150 ribu orang buruh dan pekerja masih terkendala validasi data. 

"Mulai dari kesalahan nomor rekening hingga nomor induk kependudukan," ungkap Ida.
 
Data Kemenaker per 19 Oktober 2020 menyebutka total penerima 12 juta orang buruh tersebut sudah mendapatkan bantuan tunai senilai Rp 1,2 juta, terbagi dalam 5 tahap. Masing – masing tahap terbagi menjadi Rp 600 ribu hingga Rp 3,4 juta orang penerima dengan prosentasi antara 94 hingga 99,43 persen. 

"Kami memastikan penyaluran bantuan subsidi upah sesi kedua bakal ditransfer kembali pada akhir Oktober 2020 mendatang langsung ke rekening para pekerja," terangnya. 
 
Dia mengatakan total anggaran Rp 37,7 trilyun bagi program BSU ditargetkan tersalurkan kepada 15,7 juta pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS ketenaga kerjaan per 30 juni 2020. Sayangnya, hingga bulan ke 10 ini data yang masuk baru mencapai 12,4 juta orang.

"Jika di akhir periode program penyaluran bantuan muncul sisa anggaran dalam penyaluran SBSU, maka akan dikembalikan kepada bendahara negara. Dana tersebut akan ditambahkan sebagai subsidi gaji guru honorer dan tenaga pendidik di lingkup Kemedikbud serta Kemenag," pungkasnya. 
 


(ADI)