SITUBONDO: Aksi keributan nyaris terjadi saat puluhan ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) mendatangi kantor Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Rabu 16 Desember 2020.
Kedatangan mereka untuk menuntut honor dan operasional yang tak kunjung dicairkan oleh kepala desa. Keributan nyaris terjadi setelah mereka gagal menemui Kades dan hanya ditemui para anggota badan perwakilan desa.
Para Ketua RT dan RW ini meluapkan emosi dengan berteriak-teriak dan menggebrak meja.
Tak puas mereka juga menyegel ruang Kades dan Sekdes dengan menempel beragam poster tuntutan.
"Kita minta hak honor operasional RT yang harusnya cair bulan Agustus namun sampai sekarang belum cair. Kami juga minta honor pendataan angka kemiskinan partisipatif juga segera dicairkan, " ujar Imam Hambali, Kordinator Ketua RT Pawoan
Ketegangan kembali terjadi saat anggota BPD hanya bisa menampung tuntutan dan aspirasi. Sementara Kades tetap tak bisa hadir di kantor desa. Lantaran jengkel, mereka sepakat stempel RT dan RW diserahkan sebagai tanda mengundurkan diri.
Namun aksi belum usai, mereka lalu melakukan sweeping di ruangan kepala desa dan sekdes. Ditemukan pintu terkunci dan sepeda operasional kades juga dikunci di dalam ruang kerjanya.
"Kami sudah menekan Pemdes agar memberikan hak perangkat sebesar Rp 720 ribu tersebut, " ucap Lutfi Zainullah, Ketua BPD Pawoan.
(TOM)