Mencegah terjadinya kerumunan warga, operasi pasar ini bakal digelar selama beberapa hari di sejumlah titik kota Malang, 3 kali dalam sehari dengan penerapan protokol kesehatan ketat.
"Setiap warga yang ingin berbelanja sembako murah wajib menjalankan seluruh tahapan protokol kesehatan," kata Eka Wilantari, Kasi Pengendalian dan Pengawasan Diskopindag Kota Malang.
Di pasar murah kali ini, Pemkot Malang menyediakan beragam kebutuhan pokok warga, mulai dari telur ayam, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng hingga beras kelas premium.
"Jika dibanding harga di pasar tradisional, harga jual sembako di operasi pasar ini dipastikan lebih murah tanpa mengurangi kualitas barang. Karena dibeli langsung dari peternak – petani atau produsen," ujarnya.
Menurutnya, operasi kali ini lebih dilakukan sebagai cara menekan kenaikkan harga yang terjadi jelang perayaan hari raya keagamaan serta pergantian tahun. Rencananya, operasi pasar kali ini bakal digelar selama beberapa hari kedepan di sejumlah lokasi berbeda di 5 kecamatan Kota Malang.
"Kami juga membagi waktu operasi pasar di setiap lokasi, 3 kali dalam sehari dengan pembatasan 30 orang per sesi," pungkasnya.
(ADI)