Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, para pelaku lebih dari satu orang. beberapa di antara mereka juga tidak berada di Jatim.
"Sudah diprofiling, sudah diidentifikasi. Terduga pelaku diketahui lebih dari satu orang. Dua orang di antaranya berada di luar Jatim yakni satu di DKI Jakarta, Yogyakarta dan satu lagi di salah satu kabupaten di Jatim," ungkapnya, Rabu 20 Januari 2021.
Namun, Gatot enggan merinci lebih lanjut. Gatot mengatakan, kasus tersebut nantinya ditangani oleh Polres Gresik. Sementara Polda Jatim melalui Subdit V Siber Ditreskrimsus, sifatnya hanya memback-up alias membantu saja.
"Nanti akan dirilis (kalau sudah ditangkap) oleh Polres Gresik," ucap Gatot.
Diketahui, beberapa hari lalu beredar informasi bahwa Kasdim Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi meninggal dunia usai disuntik vaksin sinovac. Atas kabar tersebut Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Kolonel Imam Hariyadi menegaskan informasi yang beredar terkait wafatnya Kasdim Gresik adalah hoaks.
"Kasdim Gresik kondisinya dalam keadaan sehat walafiat. Jadi tidak benar berita yang mengatakan bahwa dia meninggal setelah disuntik vaksin Sinovac," ujarnya Selasa 19 Januari 2021.
Terkait informasi adanya anggota TNI meninggal dunia, Imam meluruskan bahwa yang meninggal yakni Danramil Kebomas Kodim 0817/Gresik, Mayor Kavileri Gatot Supriyono. Namun, Gatot meninggal karena serangan jantung, Jumat 15 Januari 2021.
Gatot sendiri belum pernah menjalani vaksinasi covid-19. Namun, Gatot pernah melaksanakan rapid test antigen di Posko Kesehatan Gresik dengan hasil non reaktif. Pada tanggal dan hari yang sama, Kasdim Gresik Mayor Infantri Sugeng Riyadi menjalani vaksinasi covid-19 di RSUD Ibnu Sina Gresik menggantikan Dandim 0817/Gresik Letkol Infantri Taufik Ismail lantaran tensinya tinggi ketika screening.
"Kami harap masyarakat tidak terpengaruh berita tersebut. Yakin bahwa vaksin covid-19 merk Sinovac aman dan manjur untuk mengatasi virus korona," katanya.
(ADI)