JOMBANG: Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak didampingi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Kementerian PUPR, melakukan pengecekan sekaligus penambalan jalan rusak di wilayah Jombang, pada Sabtu, 30 Januari 2020.
Pengecekan dan penambalan jalan ini mendadak dilakukan setelah sebelumnya banyak warga curhat ke Emil melalui akun instagramnya @emildardak. Salah satu akun warga @bagasharyo mengirim video terkait jalan berlubang yang ditanami pohon pisang.
"Ayo Pak 10 dino wingi, sampean survey sebelah pundi, niki tak paringi video dalan Jombang tukul wit gedang (Ayo Pak, 10 hari kemarin, anda survey sebelah mana. Ini saya kasih video jalan Jombang tumbuh pohon pisang, " tulisnya.
Setelah dilakukan pengecekan, jalan yang rusak tersebut memang benar berada di sepanjang ruas jalur Mojoagung-Peterongan, Kabupaten Jombang. Banyak pohon pisang yang ditanam warga untuk menghindari terjadinya kecelakaan.
“Pemerintah pada masa pandemi ini berupaya menggunakan anggaran sebaik mungkin. Salah satunya dengan melakukan refocusing anggaran. Namun untuk anggaran perbaikan jalan seperti ini lebih baik mendapat prioritas karena menyangkut nyawa pengguna jalan, ” jelas Emil.
Selain itu, Emil Dardak juga mengapresiasi kesigapan masyarakat sekitar yang aktif dalam menutup sementara lubang-lubang tersebut untuk menghindari terjadinya kecelakaan.
Wagub Jatim ini juga mengapresiasi kerja BBPJN yang telah melakukan gerak cepat dengan menyiapkan tim untuk perbaikan jalan yang meresahkan sekaligus membahayakan masyarakat.
“Saya mendapat informasi dari BBPJN, ini sudah ada 7 tim yang dibagi untuk pengerjaan perbaikan jalan sepanjang Krian-Kertosono dan direncanakan untuk menambah tim untuk mempercepat penambalan lubang-lubang tersebut,” ungkap Emil.
Terkait faktor jalan rusak akibat dilalui kendaraan dengan muatan melebihi ketentuan, Emil Dardak akan mendorong pihak perhubungan untuk menghidupkan kembali jembatan timbang.
"Kami berharap dari pihak perhubungan darat dapat mengintensifkan kembali jembatan timbang. Saya kemarin sudah dengan informasinyan akan diaktifkan kembali, ” tandasnya.
Sementara Dewo Kepala Bidang Keterpaduan Infrastruktur Jalan BBPJN menjelaskan, dalam jangka pendek pihaknya berusaha menambal jalan menggunakan anggaran yang sudah dialokasikan.
"Kalau memang belum cukup kami coba untuk menambah alokasi anggarannya, sambil menunggu upaya rekontruksi jangka panjang yang direncanakan pada 2021-2023 ruas Krian-Kertosono, " ujarnya.
Kerusakan jalan ini, lanjut Dewo, banyak faktornya. Salah satunya karena dilalui kendaraan dengan berat melebihi ketentuan.
"Yang jelas karena dilewati kendaraan dengan berat melebihi. Selain itu saluran irigasi yang tidak berjalan dengan baik juga bisa memicu air menggenang yang merusak jalan.
(TOM)