TULUNGAGUNG: Bulan ramadan menjadi kebahagiaan bagi seluruh umat muslim. Tak terkecuali bagi penyandang ODHA (orang dengan HIV-AIDS) di Tulungagung, Jawa Timur. Mereka makin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dengan mengiatkan Majelis Taklim Sinau Agama.
Sejak satu tahun yang lalu, Majelis Taklim Sinau Agama yang di bentuk para penyandang ODHA, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Kementerian Agama Tulungagung terus eksis. Mereka rutin menggelar pengajian dan konsultasi satu minggu sekali.
Tidak kurang dari 30 penyintas HIV-AIDS, keluarga serta relawan di Tulungagung tampak antusias mengikuti majelis taklim yang di gelar di mushala Dinas Kesehatan Tulungagung. Di majelis ini, para ODHA belajar berbagai ilmu agama, mulai membaca Al-Qur'an, konsultasi agama hingga pengajian dari para ustaz.
Sekretaris KPA Tulungagung, Ifada Nur Rohmania mengatakan keberadaan jemaah ini merupakan salah upaya KPA dan Kementerian Agama untuk melakukan penguatan secara spiritual terhadap penyandang HIV-AIDS maupun orang-orang di sekelilingnya.
“Dengan asupan spiritual , diharapkan para ODHA memiliki kesadaran atas apa yang dialami sehingga mampu menjalani hidup dengan baik dan berkualitas, “ ujarnya.
Sementara penyuluh agama, Nikmah mengatakan para ODHA yang dibimbing berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari ibu rumah tangga, transgender gay hingga keluarganya.
"Kegiatan majelis taklim ini mendapat dukungan langsung dari kantor Kementerian Agama Tulungagung, " ujarnya.
(TOM)