30 Desa di Sumenep Kekeringan, Wilayah Kepulauan Tak Terpantau

Warga Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa, Kangean menyerbu truk pengangkut air. (metrotv) Warga Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa, Kangean menyerbu truk pengangkut air. (metrotv)

SUMENEP: Sedikitnya 30 desa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mengalami kekeringan.  Mirisnya, angka tersebut belum termasuk di wilayah kepulauan yang belum terpantau  pemerintah daerah.

Lantaran tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah dan dinas terkait, akhirnya warga kepulauan bersama sejumlah relawan secara mandiri  iuran untuk membeli air bersih.

Seperti yang terlihat di Desa Gelaman,  Kecamatan Arjasa, Kangean. Terlihat truk pengangkut air yang disewa dari hasil iuran  dikerubuni warga yang memang sudah sangat membutuhkan air besih.

Relawan ini menggunakan tandon dan operasional seadanya untuk menyuplai kebutuhan air masyarakat. Sedikitnya ada empat desa di Kepulauan Kangean Sumenep yang selama dua bulan ini terdampak kekeringan.

BACA: Kekeringan Situbondo Meluas, 11 Desa Krisis Air Bersih

Diantaranya Desa Batu Putih, Kecamatan Kangayan, Desa Kolo-kolo, Desa Gelaman dan desa Songlor yang berada di wilayah kecamatan Arjasa.

Kepala BPBD  Sumenep, Abdurrahman Riadi berdalih belum mendapatkan laporan terkait kejadian kekeringan di kepulauan, termasuk di wilayah Kangean.

"Untuk sementara data kekeringan yang masuk yakni 30 desa di 10 kecamatan. Namun belum termasuk wilayah kepulauan, " ujarnya.   

Padahal, Kabupeten Sumenep memiliki jumlah kepulauan terbanyak di Jawa Timur, yakni 126 kepualauan dan 48 diantaranya berpenghuni.

"Jika nanti ada kekeringan di kepulaun , harus bekerja sama dengan provinsi dan TNI Angkatan Laut, akibat minimnya operasional, " ucapnya.  

 


(TOM)