SURABAYA : Hasil penelitian yang diterbitkan Nature.com membuat heboh jagat maya, khususnya masyarakat di Jatim. Sebab penelitian yang berisi ancaman gempa bumi dan tsunami setinggi 20 meter di wilayah pesisir selatan Indonesia ini akan berdampak ke wilayah di Jatim.
Terkait laporan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat jika benar tsunami setinggi 20 meter menerjang daratan, maka ada sembilan kabupaten bakal terancam. Yaknu, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Kabupaten Malang, Kabupaten dan Kota Blitar, Tulungagung, Trenggalek serta Pacitan.
Delapan wilayah ini berada di wilayah paling selatan provinsi dengan garis pantai panjang. Dalam catatan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa wilayah tersebut sudah pernah mengalami tsunami bersama daerah pesisir di provinsi lain.
BPBD Jatim sudah memetakan wilayah rawan tsunami ini. Edukasi dan pemahaman juga rutin disampaikan ke masyarakat.
Sementara itu, menurut riset yang dilakukan oleh LIPI, gempa dan tsunami raksasa di jalur-jalur tunjaman lempeng bahkan kemungkinan tidak hanya sekali terjadi, namun bencana raksasa ini akan terjadi secara berulang. Selain LIPI, sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mencatat adanya celah seismik yang jelas di selatan Pulau Jawa.
Sehingga betul akan ada potensi gempa bumi megathrust yang akan terjadi di masa depan. Tim Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI meneliti tsunami purba sejak 2006 di pantai Lebak, Pangandaran, Cilacap, Kutoarjo, Kulonprogo dan Pacitan mengungkapkan, ada endapan tsunami berumur 300 tahun ditemukan di sepanjang pantai itu.
Di Lebak, tsunami tersebut mengendapkan batang-batang kayu di suatu rawa 1,5 kilometer (km) dari garis pantai.
"Gempa dan tsunami raksasa dari jalur-jalur tunjaman lempeng dipastikan terjadi berulang. Jalur-jalur ini akan tetap menghasilkan gempa dan tsunami raksasa di masa datang. Tiap-tiap jalur memiliki waktu perulangan ratusan hingga ribuan tahun," kata Eko dalam pernyataan persnya. Informasi ancaman bencana tsunami di wilayah pesisi selatan ini sebenarnya sudah beberapa kali mencuat.
Sejak Tahun 1818, PVMBG mengungkap, telah terjadi 11 kali tsunami di sisi selatan pantai Jawa. Dimulai dari Tsunami Banyuwangi (1818), Tsunami Bantul (1840), Tsunami Tulungagung (1859), Tsunami Kebumen (1904), Tsunami Jember (1921), Tsunami Pangandaran (1921).
Kemudian tsunami Banyuwangi (1925) , Tsunami Purworejo (1957), Tsunami Banyuwangi (1994), Tsunami Pangandaran (2006), Tsunami Jawa Barat Selatan (2009). Tsunami ini penyebabnya dipicu oleh gempa bumi.
(ADI)