PROBOLINGGO: Ratusan petani dari empat desa di kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mengelar aksi demo di area penambangan pasir batu (sirtu) di tepian aliran Sungai Pancar Glagas, Rabu 17 Januari 2022. Aksi ini dipicu kerusakan lingkungan akibat keberadaan tambang.
Massa memulai aksinya dengan melakukan longmarch sejauh 1 kilometer menuju area tambang. Tiba di pintu masuk tambang, perwakilan massa bergantian menyampaikan protesnya. Mereka mengatakan sejak adanya penambangan pasir batu di aliran sungai pancar glagas lingkungan sekitar menjadi rusak.
Salah satu dampaknya, tanggul sungai rusak dan menyebabkan sawah warga yang ada di sekitar sungai tak teraliri air. Kondisi tersebut mengancam lahan pertanian warga seluas 295 hektar.
BACA: Narkoba Masuk Sekolah! Polres Jember Sita Ratusan Ribu Pil Koplo dan Sabu
"Lahan pertanian yang terkena imbas aktifitas tambang sirtu terdapat di empat desa. Meliputi Desa Pakuniran, Glagah, Sogaan dan Sumberkembar, " ujar Suhartono, salah satu petani.
Lantaran aksi massa tak ditemui perwakilan penambang, massa yang geram kemudian ramai-ramai menutup akses masuk areal tambang menggunakan bambu dan kayu disertai banner tanda ditutup.
Selain itu, sejumlah kendaraan bak terbuka pengangkut hasil tambang sirtu dipaksa keluar dari area tambang agar tidak melanjutkan aktifitas penambangannya. Guna menghindari kericuhan, kedua belah pihak kemudian diarahkan ke kantor kecamatan untuk dilakukan mediasi.
"Keberadaan tambang pasir batu di wilayahnya sudah mengantongi ijin pemerintah. Baik ijin dari pemerintah Provinsi Jatim muapun daerah, " ujar Camat Pakuniran, Imron Rosyadi.
Terkait tuntutan petani, rosyadi mengatakan pihaknya telah melakukan mediasi antara kedua belah pihak, yakni perwakilan petani dan perwakilan penambang pasir dan batu.
"Dalam pertemuan itu disepakati pihak penambang diharuskan segera memperbaiki tanggul sungai yang rusak sehingga aliran air yang debitnya sudah turun kembali naik sehingga bisa kembali mengaliri persawahan warga, " ucapnya.
Rosyadi menyampaikan untuk luas area lahan tambang di aliran sungai pancar glagas ada sekitar 16 hektar. Jumlah penambang resmi satu orang serta lainnya merupakan penambang lokal.
Sementara perwakilan penambang M Joyo mengaku bakal memenuhi tuntutan petani berkaitan perbaikan tanggul sungai. Hanya saja ia meminta area tambang bisa segera dibuka agar pekerja bisa beraktifitas kembali.
"Ini hanya kurangnya komunikasi. Kami akan segera perbaiki tanggul, " janjinya.
(TOM)