TUBAN: Pil pahit harus diterima pemain dan pengrajin barongsai di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Akibat tidak pandemi covid-19, mereka tidak mendapatkan job tampil sama sekali di perayaan Imlek tahun ini. Bahkan pengrajin barongsai untuk sementara memilih gulung tikar.
Dampak pandemi covid-19 dirasakan pemain barongsai Putra Ronggolawe di Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Sehari jelang perayaan imlek tahun 2572, pada 11 Februari 2021 lalu, mereka tidak mendapatkan tawaran sama sekali untuk tampil.
Padahal biasanya, permintaan tampil berdatangan dari berbagai klenteng. Minimal mereka mendapatkan lima job. Tak hanya kelenteng lokal Tuban, namun juga klenteng-klenteng luar daerah. Seperti Bojonegoro, Lamongan serta Gresik.
"Imlek tahun ini sama sekali tidak ada job. Semua klenteng tidak menampilkan barongsai karena memang ada larangan mengelar pertunjukkan karena covid-19 ini, " ujar Muhammad Soleh, salah satu pemain barongsai Putra Ronggolawe.
Meski sepi job, namun Putra Putra Ronggolawe tidak berdiam diri. Mereka memanfaatkan waktu untuk melakukan perawatan alat. Harapannya, saat pandemi covid-19 ini berakhir peralatan tidak rusak.
"Selain membersihkan peralatan sesekali juga berlatih barongsai agar ketrampilan dan kebugaran tubuh tetap terjaga. Sehingga di dalam masa covid-19 ini, para pemain tetap sehat serta patuh protokol kesehatan, " ucapnya.
Tak hanya pemain, pengrajin barongsai juga merasakan dampak pandemi covid-19. Jika biasanya menjelang imlek banjir pesanan berbagai mancam barongsai, namun kini tidak ada satupun pemesan datang.
"Untuk sementara kami tidak menghentikan prodoksi, tidak ada pesanan sama sekali untuk barongsai. Sementara kita kerja lain dulu. Mudah-mudahan pandemi covid-19 segera berakhir, "harap Kusma, salah satu pengrajin barongsai.
(TOM)