PMK di Ngawi Mengganas, Peternak Diminta Tidak Panik!

Sapi yang terjangkit PMK di Jawa Timur/metrotv Sapi yang terjangkit PMK di Jawa Timur/metrotv

NGAWI: Jumlah hewan ternak yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Ngawi Jawa Timur terus bertambah. Penyebaran penyakit yang kebanyakan menyerang hewan ternak sapi, kambing, dan kerbau, itu naik dratis.

Tercatat hingga kini telah ada 189 kasus sejak awal ditemukan kasus melalui hasil uji lab Balai Veteriner Yogyakarta pada 14 Juni kemarin. Peningkatan signifikan terjadi mulai kemarin yakni terdapat 140 kasus PMK.

"Total ada 189 kasus PMK, semuanya dalam tahap pengobatan karena untuk PMK ini penyembuhannya memerlukan waktu yang cukup lama," ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Perikanan Dan Peternakan (DPP) Ngawi Wachidah Suryandani, Selasa (21/6/2022).

BACA: Kelaparan di Atas Kapal, Ratusan Sapi Diturunkan di Pelabuhan Situbondo

Ia menambahkan, PMK sudah menyebar di 15 kecamatan. Pengobatan yang diberikan kepada hewan ternak ini seperti vaksinasi dan pemberian vitamin. Menurut Wachidah, PMK bisa disembuhkan sehingga peternak tidak usah panik.

"Kalau ternaknya segera dijual nanti harganya akan turun dan ruginya akan semakin besar. Lebih baik diobati dulu dengan telaten dan sabar hingga sembuh," imbuhnya.

Hingga kini yang menjadi kendala petugas lapangan, yakni minimnya sarana dan prasarana yang digunakan untuk penanganan, seperti alat pelindung diri (APD) serta kebutuhan vitamin dan obat obatan untuk ternak.

 


(TOM)