67 Industri Tahu di Jombang Buang Limbah ke Sungai

IPAL senilai miliayaran tak berfungsi membuat pemilik industri tahu di Jombang membuang limbah ke sungai (Foto / Metro TV) IPAL senilai miliayaran tak berfungsi membuat pemilik industri tahu di Jombang membuang limbah ke sungai (Foto / Metro TV)
JOMBANG : Sebanyak 67 industri tahu di Jombang kedapatan membuang limbah ke sungai hingga mencemari lingkungan. Ironisnya, praktik pembuangan limbah tersebut diketahui setelah alat instalasi pengolahan air limbah bantuan pemerintah senilai milyaran rupiah tak bisa berfungsi.

Temuan tersebut diketahui setelah Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup setempat melakukan sidak ke sentra industri tahu di dua tempat, yakni di Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang.

Dalam sidak tersebut, petugas mengecek lima lokasi yang diketahui pernah mendapatkan bantuan IPAL dari pemerintah untuk pengolahan limbah tahu. Bahkan  saat petugas  mendatangi lokasi tersebut, petugas menemukan ada beberapa ipal yang tak berfungsi.

Dari temuan petugas, IPAL yang pernah dibangun pada tahun 2018 lalu tersebut diketahui mangkrak. Seluruh mesin pompa juga nampak kotor dan tak pernah difungsikan.

Di tengah sidak itu, petugas sempat terlibat cekcok dengan pemilik industri. Mereka beradiluh, jika seluruh mesin IPAL bantuan pemerintah senilai Rp 1,2 milyar tersebut gagal saat dilakukan uji coba hingga membuat para pengusaha membuang limbah ke sungai.

"Sejak awal mesin IPAL tidak bisa digunakan hingga kami terpaksa membuang limbah ke sungai," terang salah satu pembuat tahu, Wiwik.

Atas temuan ini, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Jombang, Wikko F Diaz akan segera menindaklanjuti kasus tersebut. Sebab tidak fungsinya IPAL membuat para pengusaha membuang limbah ke sungai dan mencemari lingkungan.

"Kami akan berkordinasi dengan beberapa pemangku kebijakan terkait agar tidak ada lagi pencemaran lingkungan akibat limbah pengolahan industri tahu," ujarnya.

 

 


(ADI)