Hasil Sensus 2020, Penduduk Jatim Didominasi Milenial dan Generasi Z

Tabel struktur penduduk Jatim berdasarkan usia. (ist) Tabel struktur penduduk Jatim berdasarkan usia. (ist)

SURABAYA:  Hasil sensus penduduk (SP) 2020 mencatatkan kenaikan jumlah penduduk di Jawa Timur. Hingga September 2020, total penduduk Jatim sebanyak 40,67 juta. Jumlah ini naik sekitar 3,19 juta jiwa dibanding sensus 2010.

Dari total 40,67 juta penduduk di Jatim itu didominasi kaum Millenial dan Generasi Z. Millenial merupakan penduduk yang lahir kurun waktu 1981 hingga 1996 (usia 24 sampai 39 tahun) dengan persentasenya mencapai 24,32 persen.  

Sementara generasi Z merupakan penduduk lahir tahun 1997 hingga 2012 atau usia 8 sampai 23 tahun. Jumlah persentasenya mencapai 24,80 persen. Pada kategori usia 0 sampai 14 tahun, hasil sensus kali ini 20,15 persen atau turun dibandingkan pada 2020 yang berada di angka 24,59 persen.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan data dari sensus penduduk tersebut bisa menjadi acuan pemerintah provinsi dalam mengambil kebijakan.

"Jumlah penduduk di Jawa Timur mencapai 40,67 juta jiwa. Sementara luas wilayah provinsi Jawa Timur 47,8 ribu kilometer per segi. Dengan begitu, tingkat kepadatan penduduk provinsi Jawa Timur mencapai 851 jiwa per kilometer per segi," katanya.

Pada 2010, jumlah penduduk di Jawa Timur 37,48 juta jiwa. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk terkini, maka lajur pertumbuhan penduduk di Jawa Timur mencapai 0,79 persen.

Saat ini, daerah dengan jumlah penduduk tertinggi masih Surabaya. Yakni 2,87 juta jiwa. Daerah berikutnya adalah Kabupaten Malang, Jember, Sidoarjo, dan Banyuwangi.

"Jumlah penduduk paling rendah adalah Kota Mojokerto. Yakni 132,43 ribu orang dalam satu kota, "ungkapnya.

Data sensus penduduk juga mengulas pegelompokan wilayah berdasarkan budaya yang merujuk pemikiran Ayu Sutarto. Yakni wilayah Mataraman, Arek, Pandalungan, dan Madura.

Dari pengelompokan itu, persentase jumlah penduduk tertinggi ada di Matraman. Yakni 34,62 persen.
Selanjutnya Arek yang mencapai 38,86 persen, Pandalungan 24,67 persen, dan Madura 9,85 persen.

Khofifah merinci jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin di Jawa Timur. Perempuan lebih banyak dibanding lelaki. Persentase jumlah perempuan mencapai 50,10 persen dan lelaki 49,90 persen.

 


(TOM)