Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya mewujudkan kota ramah perempuan dan anak dengan menjalankan program Kampung Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tommi Ardiyanto menyebut program itu merupakan pembaruan dari program Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo.
“Pemerintah kota membangun sinergi lintas sektor serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam upaya mewujudkan kota ramah perempuan dan anak,” ujar Tommi, dilansir dari Antara, Kamis, 17 November 2022.
Dia mengatakan upaya untuk mewujudkan kota ramah perempuan dan anak,mencakup program pemberdayaan perempuan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, pelindungan komunitas rentan, pencegahan perundungan, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, hingga pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Kota Surabaya M. Afghani Wardhana mengatakan pemerintah kota mendorong kampung-kampung menjalankan upaya pelindungan perempuan dan anak.
"Kami menyadari, selain harus bertumbuh secara biologis, anak-anak juga harus tumbuh secara psikis, khususnya dalam hal pembentukan karakter dan kepribadian anak. Begitu juga dengan perempuan, yang membutuhkan lingkungan harmonis untuk menjaga kesehatan psikisnya," kata Afghani.
Dalam menjalankan program perlindungan perempuan dan anak, Pemkot Surabaya bekerja sama dengan sejumlah pihak. Di antaranya akademisi, psikolog, kepolisian, dan lembaga sosial kemasyarakatan.
Afghani menyebut pemerintah kota memfasilitasi dan membina forum anak tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan untuk menyelenggarakan program Kampung Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak serta membuka Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).
Selain itu, pemerintah kota meningkatkan kapasitas anggota Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan relawan, yang seluruhnya sebanyak 926 orang di 154 kelurahan di 31 kecamatan di Kota Surabaya.
Baca Juga: Terima Penghargaan, Pemkot Surabaya Dapat Bantuan Rp10 Miliar dari Pemprov Jatim
(UWA)