BANGKALAN: Belum meredanya badai pandemi covid-19 membuat stok darah di kantor Palang Merah Indonesia ( PMI) Bangkalan ikut menipis. Saat ini, hanya tersisa 73 kantong darah.
Kordinator PMI Bangkalan, Muhammad Syarif Husen mengatakan pada saat sebelum pandemi covid- 19, pihaknya bisa mengumpulakan hingga 30 kantong darah setiap hari.
“Namun sejak pandemi hingga saat ini, PMI Bangkalan hanya bisa mendapatkan lima hingga sepuluh kantong darah per hari,“ ujar Syarif.
Salah satu faktor menipisnya stok darah, ujar Syarif lantaran dampak diliburkannya perkuliahan di beberapa universitas dan sekolah.
“Sebab delapan puluh persen pendonor berasal dari mahasiswa dan siswa SMA. Sejak kuliah dan sekolah diliburkan selama pandemi, maka ikut mempengaruhi juga, “ keluhnya.
Saat ini, hanya ada 73 kantor darah yang tersimpan di Kantor di PMI Bangkalan. Terdiri dari 19 golongan darah A, 10 golongan darah, 27 golongan darah AB an 17 golongan darah O.
Untuk mengatasi menipisnya stok darah, PMI Bangkalan terpaksa menerapkan sistem “barter” darah. Masyarakat yang ingin mengambil darah di PMI harus diganti dengan donor darah lain.
(TOM)