SIDOARJO. Lantunan ayat-ayat suci Al-Quran terdengar lirih dari sebuah laptop di ruang kelas di SD Al Falah Assalam, Tropodo, Sidoarjo, Senin 6 April 2020.
Tiga orang pengajar duduk sambil memandangi layar laptop. Di layar monitor laptop itu terlihat wajah ratusan siswa yang memegang dkitab suci Al-Quran. Mereka terlihat khusyuk menyimak lantunan ayat-ayat Tuhan.
Sejak pekan ini, Lembaga Pendidikan Al Falah di Sidoarjo memang mengelar kegiatan tahunan khataman Al Quran menjelang datangnya bulan ramadan. Namun karena sekolah diliburkan karena dampak virus korona (covid-19), kegiatan tahun ini dilakukan secara online diikuti seluruh siswa dari rumah masing-masing.
Lewat kegiatan khataman alquran online ini, mereka berharap badai covid-19 bisa segera berlalu agar saat Hari Raya Idul Fitri nanti bisa merayakan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Selain khataman Al-Quran, para siswa juga mengelar doa bersama untuk tim medis yang sedang berjuang menangani pasien korona diberi kesehatan dan kekuatan.
"Khataman ini setiap tahun kita gelar jelang ramdhan tapi sekarang kita harus lakukan dengan online karena siswa libur. Kita akan lakukan terus sampai bulan ramadan nanti, " ujar salah satu pengahar, Anthony.
Dzikir Online Bersama di MTsN 6 Malang
Kegiatan serupa juga dilakukan ratusan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6, Kabupaten Malang. Mereka menggelar doa bersama secara daring atau online bersama guru dan orang tua.
Dipimpin guru agama, para siswa dan orang tua melangsungkan doa dan dzikir secara serentak dari rumah masing-masing. Tujannya sama, mengetuk pintu langit agar wabah korona di Indonesia segera berakhir.
Salah satu siswa, Mahira Luthfina el Azizah berharap dengan doa bersama ini bisa ikut membantu mengakhiri wabah korona dan segara bisa bersekolah lagi.
"Selama ini kita ikuti ajuran dengan belajar di rumah. Kita banyak berdoa agar bisa normal lagi dan masuk sekolah seperti biasanya, " ujarnya.
Sementara Kepala Sekolah MTsN 6 Malang, Sutirjo mengatakan kegiatan ini dilakukan selain untuk menguatkan mental siswa dan keluarga juga untuk suntikan moral bagi pejuang garda depan dalam menangani pandemi korona.
"Selain berdoa untuk keselamatan Indonesia dari korona, Kegiatan doa bersama seperti ini juga kita harapkan bisa meningkatkan rasa kebersamaan di dalam keluarga, " ucapnya.
(TOM)