JAKARTA : Bantuan langsung tunai (BLT) atau subsidi gaji untuk pegawai tahap I dan II telah tersalurkan. Jatim merupakan Kabupetan nomor 3 terbanyak yang menerima bantuan khusus untuk pegawai dengan upah di bawah Rp 5 juta itu.
Peringkat teratas yakni DKI Jakarta dengan jumlah penerima subsidi gaji mencapai 1.071.414 pekerja atau 19,48 persen. Lalu diikuti Jawa Barat sebanyak 1.029.830 orang atau 18,72 persen. Sedangkan untuk Jatim terdapat 560.670 pekerja atau 10,19 persen.
"Bantuan ini diberikan untuk meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya pekerja. Sehingga pertumbuhan ekonomi akan meningkat," kata Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah.
Pemerintah mulai menyalurkan subsidi upah yang sampai saat ini sudah masuk dalam tahap kedua. Tahap I pemerintah menyalurkan kepada 2,5 juta pekerja dan Tahap II kepada tiga juta pekerja.
Bantuan dengan total Rp2,4 juta itu ditargetkan dapat diberikan kepada 15,7 juta pekerja swasta dan pemerintah non-PNS dengan pendapatan kurang dari Rp5 juta.
Data rekening pekerja didapat dan diverifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) yang kemudian diperiksa kembali oleh Kemenaker sebelum disalurkan.
Sementara itu,bagi yang belum mendaftar, BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek memperpanjang pelaporan rekening karyawan swasta terkait subsidi gaji. Awalnya, pelaporan terkait Bantuan Lansung Tunai (BLT) itu ditutup pada 31 Agustus.
"Kami terus mendorong perusahaan atau pemberi kerja untuk segera menyampaikan data nomor rekening peserta yang memenuhi persyaratan. Dengan batas waktu hingga 15 September," ujar Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto beberapa waktu lalu.
Pemerintah telah mencairkan subsidi gaji tahap awal sebesar Rp600 ribu per bulan. Adapun dalam sekali transfer, dana yang disalurkan sebesar Rp1,2 juta. Subsidi ditujukan bagi karyawan berpenghasilan di bawah Rp5 juta per bulan. Pencairan dilakukan bertahap hingga akhir September.
(ADI)