JOMBANG : Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP ledakan petasan yang menyebabkan satu orang meninggal di Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Jombang. Di antaranya, satu buah travo, satu buah kaleng sisa belerang, abu bekas belerang yang sudah terbakar.
“Kami pastikan ini karena ledakan petasan. Namun penyebab ledakannya masih kami dalami," kata Kapolsek Kabuh AKP Rudi Darmawan, Jumat 16 April 2021.
Nampak polisi masih melakukan olah TKP di rumah Sukijan itu. Petugas juga memasang garis polisi di lokasi untuk proses identifikasi. Meski kondisi bangunan rumah masih utuh, namun bagian dalam rumah sudah porak-poranda.
"Atap rumahnya masih utuh, tapi di dalamnya berantakan akibat petasan atau mercon yang meledak," katanya.
Menurut Rudi, pada Kamis malam sekira jam 19.30 WIB, warga sedang melaksanakan salat tarawih di masjid dusun setempat. Nah, pada rakaat kedua terdengar suara ledakan. Suaranya keras memekakkan telinga.
Saat rakaat kedua selesai, warga langsung berhamburan keluar untuk mencari sumber suara. Warga mendapati rumah Sukijan dalam keadaan gelap gulita. Hanya ada api kecil bekas kebakaran. Namun kondisi ruangan sudah berantakan.
Di ruangan tersebut terdapat dua orang yang terkapar di lantai. Posisi keduanya berdekatan. Masing-masing Sainten (55) dan sang anak Joko Slamet (35). Warga kemudian memberikan pertolongan. Kedua korban dilarikan ke RSUD Jombang. Mereka diangkut menggunakan mobil bak terbuka atau pikap.
Penanganan medis langsung dilakukan. Namun pada pukul 23.55 WIB, Joko Slamet meninggal dunia di ruang perawatan. Itu karena luka bakar yang dialami Joko cukup parah.
“Untuk Sainten masih menjalani perawatan di rumah sakit,” tandasnya.
(ADI)