SURABAYA : Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan 2,4 juta dosis vaksin covid-19 untuk para guru di Jatim. Ketersediaan vaksin ini disiapkan untuk menyongosong Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Juni mendatang. Saat ini vaksin tersebut telah terdistribusikan di 3.000 fasilitas kesehatan (faskes).
"Setidaknya ada 1,5 juta dosis untuk para guru yang belum divaksin. Sebab, yang paling berisiko saat ini adalah lansia dan guru," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Selasa 18 Mei 2021.
Khofifah berharap dengan vaksinasi guru dan tenaga pendidik, maka jumlah kasus covid-19 di Jatim bisa kembali turun. Pihaknya manargetkan proses vaksinasi terhadap guru akan tuntas akhir Juni.
"Mudah-mudahan kita bisa menyelesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama," katanya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, jumlah guru dan tenaga pendidik di Jatim mencapai 108.694 orang. Namun, per 17 Mei 2021 lalu masih 55,18 persen guru dan tenaga pendidik yang mendapatkan vaksin tahap pertama.
Sedangkan untuk tahap kedua, masih sebanyak 35,60 persen guru dan tenaga pendidik. Karena itu, sebelum proses belajar tatap muka dimulai vaksinasi harus diselesaikan.
"Sisa waktu terhitung hari ini hingga 5 Juli 2021 mendatang, bupati/wali kota diharapkan sesegera mungkin melakukan persiapan PTM sesuai SKB empat menteri yang diterbitkan tanggal 30 Maret 2021," kata Khofifah.
Meski begitu, keputusan PTM tidak terlepas dari persetujuan masing-masing orang tua siswa. Mengantisipasi adanya guru yang menolak untuk dilakukannya vaksinasi, Khofifah juga menginstruksikan untuk langsung ditindaklanjuti kepala dinas pendidikan kabupaten/kota.
"Sekolah internasional juga guru-gurunya harus diberikan akses mendapatkan vaksinasi. Maka jika nantinya ada kekurangan dosis, bisa dikoordinasikan dengan Kadinkes Jatim," ujarnya.
Kepala Dinkes Jatim Herlin Ferliana telah memerintahkan seluruh Kepala Dinkes di Kabupaten/Kota untuk melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) setempat. Koordinasi tersebut untuk melakukan pendataan guru yang belum melakukan vaksinasi.
"Tetapi secepatnya sebelum 5 Juli, semua harus sudah tervaksinasi. Semoga tidak akan lama, karena vaksinnya sudah ada," pungkas mantan Menteri Sosial ini.
(ADI)