MALANG: Selama dua hari ini, belasan ekor lutung Jawa menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Javan Langur Center (JLC) di Coban Talun, Kota Batu, Jawa Timur.
Project Manager JLC Coban Talun, Iwan Kurniawan mengatakan tes kesehatan lengkap dilakukan kepada 17 ekor lutung Jawa untuk mencegah penularan penyakit berbahaya, termasuk covid- 19.
"Tak hanya wajib bagi lutung Jawa yang masuk ke kawasan karantina, langkah ini juga menjadi prasyarat utama bagi lutung yang akan dilepasliarkan ke habitat aslinya pada Maret mendatang, " ujar Iwan, Rabu 24 Februari 2021.
Dijelaskan Iwan, pemeriksaan tak hanya menyasar kelengkapan fisik sang primata saja. Namun juga kesehatan organ dalam. Termasuk kemungkinan adanya penularan penyakit TBC, herpes, hepatitis serta covid-19.
Pemeriksaan dijadwalkan berlaku bagi 17 ekor lutung Jawa. Sepuluh ekor diantaranya merupakan hasil tangkapan BKSDA dan penyerahan sukarela warga sejak awal tahun 2021. Lutung ini akan menjalani masa karantina selama beberapa bulan di JLC Coban Talun.
Dalam pemeriksaan tersebut, tim medis menemukan seekor lutung dengan proyektil peluru bersarang di paha kirinya. Melalui operasi kecil, proyektil berhasil dikeluarkan.
Tim dokter memastikan, peluru yang diduga berasal dari senjata pemburu liar tersebut tidak mengakibatkan kerusakan jaringan otot ataupun mengganggu pergerakan dan kesehatan.
Sementara tingginya tingkat okupansi di rumah karantina JLC menunnjukkan masih maraknya perburuan liar peredaran satwa dilindungi yang dilakukan masyarakat.
"Kami berharap adanya kesadaran warga agar tidak melakukan aksi jual beli ilegal atau perburuan liar dan membiarkan lutung Jawa hidup damai dan tinggal bersama koloninya di habitat aslinya di hutan lindung, " pintanya.
(TOM)