SIDOARJO: Rejeki bisa mengalir dari mana saja, termasuk dari kutu air. Hewan yang terlihat tak berguna itu ternyata bisa mendatangkan uang jutaan rupiah.
Nikmatnya rejeki dari kutu air dirasakan Rubi Hardianto, warga Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi Sidoarjo. Pria yang berprofesi sebagai mekanik ini mencari usaha sambilan berjualan kutu air.
Usaha jualan kutu air ini ternyata mendatangkan hasil berlimpah. Kutu air banyak dicari para penghobi ikan hias sebagai makanan tambahan, termasuk ikan cupang yang saat ini sedang naik daun. Selain itu, bentuk kutu air yang sangat kecil cocok untuk ukuran mulut ikan anakan.
Berbekal jaring kecil dan ember, dalam empat bulan terakhir, Rubi sering menyusuri sungai kecil di sekitar tempat tinggalnya. Sehari, rata-rata tiga jam waktunya dipakai untuk mencari kutu air.
"Kerjaan mekanik sepi karena pandemi covid-19. Ingin usaha lain tidak punya modal. Setelah lihat dan baca-baca, banyak yang sedang cari kutu air untuk pakan ikan hias," ujarnya.
Memanfaatkan media sosial, Rubi kemudian menawarkan kutu air jualannya kepada para penghobi ikan hias. Kutu air itu dijual Rp 5 ribu per sendok hingga Rp 50 ribu per gelas.
Ternyata, kutu air yang ditawarkan itu selalu habis terjual. Bahkan Rubi tidak mampu memenuhi semua permintaan pasar. Dari usaha sampingan ini, sedikitnya uang Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu bisa dikantongi per hari.
Jika ditotal satu bulan bisa mencapai Rp 4,5 juta hingga Rp 6 juta. Jauh dari penghasilannya sebagai mekanik, apalagi di masa pandemi covid-19 seperti saat ini.
(TOM)