Lanal Batuporon Bangkalan Ingatkan Nelayan Bahaya Bom Ikan

Dokumen - Anggota Lanal Batuporon menyerahkan bantuan kepada nelayan di Kepulauan Sumenep, Jawa Timur, dalam acara sosialisasi sistem keamanan laut. (ANTARA/HO-Lanal Batuporon) Dokumen - Anggota Lanal Batuporon menyerahkan bantuan kepada nelayan di Kepulauan Sumenep, Jawa Timur, dalam acara sosialisasi sistem keamanan laut. (ANTARA/HO-Lanal Batuporon)

Pamekasan: Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Batuporon, Bangkalan, Jawa Timur, Letkol Laut (P) Moch Anton Maulana mengingatkan nelayan di Pulau Madura akan bahaya penggunaan bom ikan. Sebab, dampak negatifnya bisa merusak kelestarian ekosistem laut.

"Ini penting kami sampaikan, karena laut merupakan sumber kemakmuran dan masa depan bangsa ini," ujar Moch Anton Maulana dikutip dari Antara, JUmat, 7 Juni 2024.

Menurutnya, upaya menjaga kelestarian ekosistem laut harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk aparat keamanan dan masyarakat, terutama nelayan.

Salah satu metode penangkapan ikan yang sering digunakan oleh nelayan di Pulau Madura adalah dengan bom ikan. Anton menjelaskan bahwa penggunaan bom ikan biasanya dilakukan oleh nelayan bagan ketika ikan mulai masuk perangkap jaring.

"Selain berpotensi memusnahkan ikan-ikan di laut, karena ikan kecil juga mati akibat bom ikan, juga berbahaya bagi nelayan," kata Anton.

Selain itu, penggunaan bom ikan juga berbahaya bagi nelayan sendiri, karena tidak jarang nelayan menjadi korban ledakan bom ikan.

Dampak negatif lainnya adalah kerusakan terumbu karang di laut akibat bom ikan.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Pamekasan Abdul Fata mengakui bahwa kesadaran sebagian nelayan di Kabupaten Pamekasan mengenai metode penangkapan ikan yang ramah lingkungan masih rendah.

"Oleh karena itu, upaya untuk memberikan penyadaran dalam bentuk sosialisasi terus kami lakukan melalui kelompok atau komunitas nelayan di Pamekasan ini," katanya.

Mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM ini mengajak semua pihak untuk pentingnya melestarikan ekosistem laut dengan menggunakan metode penangkapan ikan yang ramah lingkungan.


(SUR)

Berita Terkait