Temuan mortir itu langsung melaporkan temuan itu kepada pihak desa dan juga melaporkan itu kepada TNI dan kepolisian. Penemuan mortir itu pertama kali ditemukan oleh sejumlah tukang batu yang sedang menggali tanah untuk urukan lantai rumah milik Dwi Styowati (30), warga desa setempat.
“Tadinya mereka hendak memindahkan tanah-tanah ini untuk menghuruk lantai rumah saya. Kemudian tahu ada barang-barang mortir itu,” terang Dwi Styowati.
Setelah tanah digali dan akan dipindahkan, ternyata di dalam tanah itu terdapat mortir yang terlihat dan ketika dihitung jumlahnya sebanyak 26 mortir dan juga peluru. Selanjutnya satu persatu mortir yang ditemukan dari dalam tanah itu oleh para warga kemudian dikumpulkan menjadi satu dengan hati-hati supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca Juga : Diduga Depresi, Nenek di Mojokerto Bunuh Diri Dihantam Kereta Api
“Setelah mendapati adanya mortir dan peluru kita laporkan ke petugas,” sambungnya.
Mendapat laporan itu petugas kepolisian dan TNI mendatangi lokasi. Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan pemasangan police line untuk mengamankan sekitar lokasi penemuan guna melakukan penanganan lebih lanjut.
“Betul memang ada penemuan itu. Kita langsung melapor penemuan itu kepada Bapak Kapolres. Dan pagi ini Tim Gegana Polda Jatim turun ke TKP,” kata Kapolsek Senori, AKP Ali Khanapi.
(ADI)