GRESIK: Ratusan warga Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik ke kantor balai desa, Rabu malam, 19 Mei 2021. Mereka datang beramai-ramai untuk menghentikan jalannya pelantikan kasi pemerintahan.
Sambil membentang poster, warga berteriak meminta pelantikan dihentikan. Sebab proses pemilihannya dinilai tidak transparan dan saat ini masih dalam penanganan inpektorat.
Usai didesak warga untuk tidak dilanjutkan, akhirnya pelantikan Kasi Pemerintahan Suparno yang dijaga ketat aparat kepolisian dibatalkan.
Sebelum pelantikan, kepala desa sebenarnya juga sudah dipanggil Forkopimda Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad juga sudah meminta pelantikan menunggu hasil pemeriksaan dari inspektorat.
"Kita ingin mewudukan pemerintahan yang bersih. Jika ada permasalahan, kepala desa bisa melakukan pemilihan ulang secara transparan dan bisa dipertanggungjawabkan, " ujarnya.
Sebelumnya,proses pemilihan perangkat Desa Munggugebang ini viral di media sosial lantaran pemilihannya tidak transparan. Pemilihan diikuti tiga orang dengan hasil nilai dianggap tidak masuk akal.
Dua peserta yaitu Suparno dan Sri Danarti Yaris yang merupakan istrinya mendapat nilai sempurna yaitu 100 dan 99. Padahal keduanya lulusan kejar Paket C. Sementara satu lagi, yaitu Wildan Erhu Nugraha lulusan S1 Unair justru cuma mendapatkan nilai 68.
(TOM)