Ratusan Atlet Berkompetisi di Pekan Paralimpik Kabupaten Banyuwangi

upati Ipuk Fiestiandani membuka Pekan Paralimpik Banyuwangi. Sabtu (29/10/2022) (ANTARA/HO-Humas Pemkab Banyuwangi) upati Ipuk Fiestiandani membuka Pekan Paralimpik Banyuwangi. Sabtu (29/10/2022) (ANTARA/HO-Humas Pemkab Banyuwangi)

Ratusan penyandang disabilitas mengikuti Pekan Paralimpik Kabupaten (Peparkab) National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Banyuwangi 2022. Pesta olahraga ini dibuka di GOR Tawangalun Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu, 29 Oktober 2022. 

Kejuaraan ini diikuti 185 atlet dari enam cabang olahraga. Di antaranya, lari 100 meter, lompat jauh, tolak peluru, tenis meja, catur, dan bulu tangkis.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan ajang tersebut merupakan perwujudan komitmen pemerintah dalam memfasilitasi olahraga bagi seluruh warga.

Dia mengapresiasi para atlet yang unjuk gigi dalam kejuaraan itu.

“Kalian semua hebat, Insyaallah nanti bisa berprestasi terus sampai ke jenjang provinsi, nasional, bahkan internasional," ujar Ipuk, dikutip dari Antara, Minggu, 30 Oktober 2022. 

Kejuaraan tersebut juga menjadi ajang penjaringan atlet yang akan mewakili Banyuwangi di Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Timur pada 2023. Dia berharap kejuaran ini juga menjadi momentum untuk mengasah semangat para atlet. 

Dia ingin kegiatan ini rutin digelar. Sehingga menjadi ruang untuk melahirkan atlet dan meningkatkan prestasi. "Saya bangga dan berterima kasih kepada seluruh atlet,” ucap dia.

Ipuk menyebut  para difabel berhak mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuannya. Pihaknya juga telah menyediakan sejumlah program inklusif bagi para difabel.

“Banyuwangi memiliki banyak program program inklusif, seperti Beasiswa Banyuwangi Cerdas yang berlaku untuk semua, juga membuka kesempatan untuk kawan disabilitas masuk jajaran ASN," tutur Ipuk.

Sementara itu, Ketua NPCI Banyuwangi Muhammad Zainuddin mengemukakan ada beberapa kategori cabang olahraga bagi atlet yang berlaga. Di antaranya, kategori dengan hambatan penglihatan, hambatan pendengaran, hambatan intelektual, dan hambatan fisik.

"Juara dari masing-masing kategori akan masuk pemusatan latihan untuk persiapan Peparda tahun depan," kata Zainuddin.

Saddah, 18, salah satu peserta cabor catur kategori hambatan fisik dan intelektual menargetkan juara dalam kejuaraan ini. "Saya ingin juara supaya bisa membanggakan sekolah," ungkap Saddah.

BACA: Membanggakan, Kreasi Penyandang Difabel Tampil di Cakrapalah Carnival Blitar

 


(SUR)