Hepatitis Akut Menyerang Anak Maksimal 16 Tahun, Waspadai Gejalanya!

Ilustrasi Ilustrasi

JAKARTA: Dokter Anak konsultan Gastrohepatologi Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp.A (K) menjelaskan hepatitis akut yang belum diketahui etiologinya ini berdasarkan laporan di banyak negara kasus yang tertua menimpa pasien umur 16 tahun.

"Sehingga tidak ada yang lebih dari 16 tahun. Dan kebanyakan berada di bawah 10 tahun, bahkan Inggris mengatakan bahwa penyakit ini menimpa anak-anak di bawah 5 tahun," kata Hanifah dalam konferensi pers secara daring, Kamis 5 Mei 2022.

Sementara kasus yang ditemukan merupakan dugaan kuat adalah hepatitis akut yang menimpa banyak negara dan kasus ini sedang dalam investigasi Tim Kementerian Kesehatan untuk diteliti lebih jauh apa saja yang terjadi pada kasus ini.

BACA: Duh, 114 Kasus Hepatitis Akut Ditemukan di Jatim

"Ada tim yang sedang meramu, menyusun, dan mengumpulkan data terkait kasus ini. Jadi memang 3 kasus yang RSCM datang dalam kondisi yang sangat berat sehingga tidak tertolong, dan Kemenkes sudah turun ke RSCM untuk penyelidikan epidemiologi terkait kasus ini," jelasnya.

"Pada saat ini juga sudah ada laporan-laporan penambahan kasus di Jakarta maupun di luar kota ada laporan-laporan dugaan untuk penambahan kasus. Tetapi ini masih diinvestigasi apakah betul keriteria Hepatitis akut berat atau bukan," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan ketiga pasien yang meninggal diduga akibat hepatitis akut sudah datang dalam kondisi yang sangat berat dan ketika dirawat di ICU sudah tidak tertolong.

"Memang memberikan waktu sedikit untuk rumah sakit memberikan tindakan pertolongan. Usia dari pasien yakni 2, 8, dan 11 tahun," kata Nadia.

Untuk pasien 2 tahun belum divaksin covid-19, usia 8 tahun baru 1 kali vaksin, dan 11 tahun sudah dosis lengkap dan ketiganya negatif covid-19. Sementara dari faktor risiko lainnya tidak ditemukan riwayat anggota keluarga yang mengalami Hepatitis atau penyakit kuning sebelumnya.

"Kemenkes tengah menginvestasikan kontak mengenai faktor risiko. Dan masih dilakukannya pemeriksaan laboratorium terutama pemeriksaan Adonavirus dan Hepatitis E yang membutuhkan waktu sekitar 10-14 hari ke depan," ujarnya.

Umumnya kasus biasanya datang karena Hepatitis A, B, C, D, dan E namun kasus kali ini bukan berasal dari virus yang sama dari kelima jenis Hepatitis tersebut. Lebih khususnya lagi penyakit ini menyerang anak-anak di bawah 16 tahun tapi lebih banyak lagi pada anak usia di bawah 10 tahun.

Ketika melihat dari kasus yang sudah ada di mulai dari gejala gastrointestinal atau sistem pencernaan dulu seperti diare, mual, muntah, sakit perut disertai demam ringan. Kemudian mengarah pada gejala Hepatitis yaitu warna urin seperti cola/teh, enzim hati yang yang meningkat di atas 500/mm, dan matanya menguning.

Bila berlanjut lagi gejalanya maka pasien akan mengalami pembekuan darah, terjadi penurunan kesadaran, dan berlanjut pada kematian jika pasien tidak melakukan transplantasi hati.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan kepada orang tua bila anak sudah muncul tanda-tanda awal hepatitis agar segera datang ke pelayanan kesehatan terdekat. Jangan sampai menunggu mata anak menguning apalagi jika sudah tidak sadar akan membuat dokter kesempatan menolongnya lebih sedikit.

Karena itu perlu bekerja sama pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit untuk bisa menemukan gejala dini agar bisa cepat lagi memberikan pertolongan.

 


(TOM)

Berita Terkait