Enam Pengedar Sabu 22 Kg Diringkus, 1 Ditembak Mati

IlKapolres Surabaya Kombes Pol Eddison Isir saat rilis perkara peredaran narkoba jaringan internasional. IlKapolres Surabaya Kombes Pol Eddison Isir saat rilis perkara peredaran narkoba jaringan internasional.

SURABAYA: Polrestabes Surabaya berhasil menangkap enam tersangka peredaran narkotika jenis sabu-sabu jaringan internasional yang dikendalikan narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Timur.

Dari enam tersangka ini, satu diantaranya tewas ditembak petugas karena melawan saat disergap ti Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Dari para tersangka ini, polisi  mengamankan 22, 4 kilogram sabu-sabu.

Kapolres Surabaya Kombes Pol Eddison Isir mengatakan barang bukti sabu-sabu 21,4 kilogram itu diperoleh dari komplotan pengedar, masing-masing berinisial MY, berusia 22 tahun, RH (25), RY (26). Ketiganya asal Kota Surabaya.

Selain itu, polisi juga menangkap anggota komplotan pengedar lain berinisial IH (27), asal Mojokerto, Jawa Timur, serta AA (25), asal DKI Jakarta.

"Seorang pengedar sabu-sabu lainnya berinisial FP, usia 43 tahun, asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur, terpaksa kami lakukan tindakan tegas terukur karena berupaya melawan petugas menggunakan senjata api rakitan saat hendak ditangkap," kata Kombes Jhonny dalam konferensi pers, Jumat 18 Desember 2020.  

Jhonny menjelaskan komplotan pengedar narkoba ini dibekuk dari hasil pengembangan penyelidikan yang dimulai sejak bulan April 2020 terhadap sindikat pengedar narkoba jenis sabu-sabu asal Malaysia.

Diinformasikan jaringan peredaran narkoba jenis sabu-sabu oleh kelompok ini dikendalikan beberapa narapidana kasus narkoba yang saat ini sedang menjalani masa hukuman di sejumlah lembaga pemasyarakatan (Lapas) wilayah Jawa Timur, seperti Lapas Medaeng, Porong, dan Pamekasan.

"Ini jaringan pengedar narkoba yang dikendalikan oleh sejumlah narapidana di lapas wilayah Jawa Timur. Masih terus kami pantau, nanti pemeriksaan akan mengarah kesana, yaitu terhadap beberapa narapidana yang ada di dalam lapas," ujarnya.

Kombes Jhonny memastikan polisi masih terus mengembangkan penyelidikan perkara ini untuk menumpas seluruh pelaku yang terlibat dalam sindikat peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang dipasok dari Malaysia tersebut.

 


(TOM)