Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat pada Februari 2020 tercatat 2,84 persen. Namun, pada November 2020 jumlahnya naik menjadi 2,85 persen atau naik 0,01 persen. Kenaikan ini terjadi terutama saat pemberlakuan PSBB beberapa waktu lalu.
Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Sukaryo Teguh Santoso mengakui meski sempat naik, angka kehamilan mulai melandai pasca PSBB. Pihaknya, terus berupaya menekan angka kehamilan selama pandemi covid-19. Terutama dengan gencar kampanye cegah kehamilan dan tunda kehamilan.
"Terbukti, selama pandemi covid-19 perolehan pelayanan KB sesuai target. Yakni, dari semula 65,5 persen menjadi 75,6 persen," ujarnya.
Selain program KB, BKKBN Jatim juga melayani masyarakat melalui penggunaan kontrasepsi jangka panjang. Mulai dari vasektomi, tubektomi, maupun implan. Terbukti dengan target yang diperoleh, dari 24 persen menjadi 28 persen.
(ADI)