SURABAYA: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mencoret Pelatih cabang olahraga (cabor) handball, Muhamad Harryanto dari daftar Tim Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim 100/IV proyeksi PON Papua 2021.
Ketua Harian KONI Jatim, Muhammad Nabil mengatakan Harryanto yang pernah menjadi pelatih Timnas handball Asian Games 2018 itu di depak dari skuad Puslatda cabor handball sejak awal tahun lantaran melakukan tindakan indispliner.
“Diganti, karena kurang disiplin, kurang tertib. Sering menakuti atlet, hingga melatih di luar kegiatan. Itu enggak bolehkan,” ungkap Nabil kepada awak media, Sabtu 30 Januari 2021.
Sebelumnya, sempat beredar kabar jika Harryanto tersandung kasus pelecehan seksual yang dilakukan kepada para atlet. Namun kabar tersebut dibantah Nabil.
“Enggak ada indikasi lain, seperti kabar di luar yang menyebutkan hingga terjadi pelecehan. Dari penelusuran kami ke atlet-atlet cabor tersebut, tidak sampai pada kategori itu (pelecehan),” lanjutnya.
Yang pasti, lanjut Nabil, dengan adanya kasus pencoretan pelatih ini, KONI Jatim menegaskan kepada para pelatih untuk tidak melakukan tindakan indispline. Keputusan untuk mencoret atau menetapkan atlet ada di tangan KONI Jatim.
“Ini yang kami tertibkan. Dan akan berlaku untuk semua pelatih. Kewenangan untuk merubah komposisi atlet suatu cabor ada di KONI Jatim, bukan pelatih,” tandasnya.
(TOM)