GRESIK : Sebuah jembatan berukuran 4 x 4 meter, di Desa Wadak Kidul, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik heboh di dunia maya. Bukan karena desainnya, jembatan penghubung antar desa di area tambak ini disorot publik pasalnya nilai proyeknya mencapai Rp200 juta.
Tidak hanya ramai-ramai menuai sindiran, proyek jembatan ini juga bikin geleng-geleng kepala. Warganet menganggap nilai jembatan itu tidak masuk akal karena menghabiskan anggaran dana sebanyak Rp200 juta. Bahkan dengan julid, netizen menyebut jika jembatan itu berlapis emas.
Merespon hal itu, Kepala Desa Wadak Kidul, Mohammad Hamam mengeklaim pembamgunan jembatan penghubung di desanya sudah sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) tahun 2020 dan dana sebesar itu diambil dari dana bantuan khusus (DBK) tahun 2020.
"Dalam pembangunanya juga telah sesuai dan diverifikasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik," katanya, Selasa 23 Maret 2021.
Hamam menegaskan dari alokasi dana Rp200 juta itu, masih ada sisa Rp64 juta dan masih tersimpan di kas desa. Bahkan dirinya terbuka bagi warga yang mempertanyakan penggunaan anggaran jembatan yang hingga saat ini terus viral dan menjadi rasan-rasan.
"Silahkan jika ada yang mengusut. Kami terbuka. Pembangunan jembatan ini sudah sesuai," tegasnya.
Sementara itu, Perwakilan Asosiasi Kepala Desa, Kecamatan Duduk Sampeyan Muhammad Bahrul Ghofar menyatakan terkait pembangunan jembatan yang jadi viral dan heboh tersebut tidak ada unsur kesengajaan dari kepala desa.
Menurutnya, hal itu terjadi karena kuranganya pemahaman pihak Desa Wadak Kidul dalam membaca RAB yang ada. Pasalnya yang membuat RAB adalah petugas pembangunan dari Kecamatan Duduk Sampeyan.
"Dalam RAB itu memang ada pembangunan jembatan. Namun anehnya di RAB ada pembangunan jalan beton atau pengecoran akses jalan padahal faktanya tidak ada, hanya pembangunan jembatan saja," kilahnya.
(ADI)