Farhan: Semoga Pak Gatot Tidak Percaya Teori Konspirasi

Anggota Komisi I DPR, Muhammad Farhan. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto Anggota Komisi I DPR, Muhammad Farhan. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Jakarta: Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Nasdem Muhammad Farhan mengomentari klaim Gatot Nurmantyo yang menyatakan dirinya dicopot sebagai Panglima TNI karena ajakan nobar film G30S/PKI. Menurut Farhan, berdasarkan usia Gatot yang sudah menyentuh 58 tahun kala itu, sangat wajar jika ia diberhentikan dari jabatannya.

“Beliau ini kan lahir 1960, jadi ketika beliau di masa jabatannya pada tahun 2018, usia beliau sudah memasuki 58 tahun dan 58 tahun memang usia pensiun seorang perwira tinggi TNI,” kata Farhan dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id yang bertajuk “Mantan Panglima, Maumu Apa? “ pada Minggu, 27 September 2020.

Farhan menambahkan, Presiden Jokowi yang memang tidak mempermasalahkan ajakan nobar film G30S/PKI pada waktu itu, juga bukan berarti Gatot bisa menjadi Panglima TNI seumur hidup.

“Dan yang ketiga adalah kalaupun misalnya katakanlah gara-gara nonton film itu ada indikasi pemberhentian, apakah kemudian kalau pak Jokowi mengizinkan dan memang mengizinkan, kan ga mungkin juga pak gatot jadi panglima TNI seumur hidup, harus ada berhentinya kan,” ucap Farhan.

Selain itu, Farhan, sebagai seseorang yang mengagumi pengabdian dan karir Gatot sebagai seorang prajurit TNI, berharap, pernyataan Gatot hanyalah sebagai romantisme saja. Jangan sampai hal ini mencuat karena adanya teori konspirasi, yang nantinya berujung pada cocoklogi.

“Romantisme bahwa ketika kita sedang menghadapi sebuah masalah pasti ada dramatisasinya,” jelas Farhan.

Sebelumnya, tersebar pernyataan Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dalam channel Youtube Hersubeno Point, mengenai pencabutan dirinya pada 2017 lalu dikarenakan ia memerintahkan jajarannya untuk meonton film G30S/PKI.

“Pada saat saya menjadi Panglima TNI, saya melihat itu semuanya, maka saya perintahkan jajaran saya untuk menonton film G30S/PKI. Pada saat itu, saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saja partai PDI,  menyampaikan, ‘Pak Gatot, hentikan itu. Kalau tidak, pasti Pak Gatot akan diganti,” ujar Gatot.

“Saya bilang, terima kasih, tapi disitu saya gas karena ini adalah benar-benar berbahaya. Dan memang benar-benar saya diganti,” tambah Gatot.


(IDM)