11 Kontainer Jahe Impor Asal India dan Myanmar Dibakar

Jahe impor dari India dimusnahkan di Mojokerto. (Foto / Metro TV) Jahe impor dari India dimusnahkan di Mojokerto. (Foto / Metro TV)

SURABAYA : Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian memusnahkan 11 kontainer jahe impor. Jahe asal India dan Myanmar ini tidak memenuhi aturan dan persyaratan karantina lantaran kondisinya bertanah.

Pemusnahan jahe bertanah ini dilakukan bertahap. Terakhir, pemusnahan impor sebanyak sembilan kontainer dilakukan di Tuban. Jahe itu tersebut dimusnahkan dengan menggunakan incenerator milik PT Semen Indonesia, Gresik.

Sebelumnya, jahe impor sebanyak dua kontainer juga telah dilakukan pemusnahan di kawasan Mojokerto. Pemusnahan jahe impor yang dilakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu ini dilakukan karena Badan Karantina Pertanian tidak memiliki incenerator.

"Sehingga harus bekerjasama dengan sejumlah pihak, salah satunya Semen Indonesia," kata Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, Ali Jamil, Kamis 8 April 2021.

Ali Jamil mengatakan jahe impor sebanyak sebelas kontainer seberat lebih kurang 289 ton yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung perak ini dimusnahkan karena tidak memenuhi aturan serta persyaratan karantina pertanian.

"Kondisinya, kotor, bertanah dan mengandung nematoda berjenis aphelenchoides fragrariae atau terkontaminasi parasit berbahaya," katanya.

Ali menegaskan pemusnahan jahe impor yang tidak memenuhi aturan serta persyaratan karantina ini merupakan bentuk komitmen dari Kementan untuk memastikan produk pertanian yang masuk maupun keluar dari Indonesia sehat.  

 


(ADI)