PACITAN: Sempat terombang-ambing di tengah lautan, bangunan masjid apung yang hanyut terbawa banjir akhirnya berhasil ditarik lagi ke tepian Pantai Pancer Door, Pacitan, Jawa Timur, Rabu 10 Februari 2021.
Proses evakuasi tempat ibadah umat Islam itu memerlukan waktu hingga dua jam lebih karena terkendala ombak besar. Evakuasi dilakukan menggunakan tali dan ditarik oleh puluhan masyarakat setempat.
Selain itu, sejumlah kendaraan offroader juga ikut menarik bangunan masjid ini ke tepian. Beberapa orang terlihat menarik sekuat tenaga dengan meneriakan kalimat takbir, "Allahu Akbar...." teriaknya berulang kali.
Secara perlahan, akhirnya bangunan masjid merapat ke tepian. Setelah tiba di tepi pantai, masjid apung ini lalu diikat tali agar tidak terbawa oleh ombak lagi. Kondisi bangunan masjid yang terbuat dari bambu dan papan kayu tampak tidak mengalami kerusakan berarti.
Sebelumnya, masjid apung dibangun di atas aliran Sungai Grindulu oleh pengurus Pondok Pesantren Tremas ini digunakan untuk beribadah para santri maupun pengunjung Pantai Pancer Door.
Namun hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Pacitan pada Selasa malam, 9 Februari 2021, membuat debit air sungai Grindulu meningkat. Akibatnya, tali pengikat bangunan masjid putus dan hanyut terbawa ke tangah laut.
(TOM)