Fashion on The Street, Aksi Lengak-lengkok Perajin Batik Karangploso

Perajin batik Karangpoloso mengelar aksi fashion on the street. (metrotv) Perajin batik Karangpoloso mengelar aksi fashion on the street. (metrotv)

MALANG: Puluhan ibu-ibu  dari sembilan  desa di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang  turun ke jalan di tengah pandemi covid-19. Aksi ini bukan unjuk rasa, melainkan gelaran fashion on the street memperingati Hari Batik Nasional, Jumat 2 Oktober 2020.

Rangkaian acara fashion on the street dilakukan puluhan orang ibu perajin batik tradisional dimulai dari Pendopo Agung Kantor Kecamatan hingga Alun-alun Kecamatan Karangploso yang berjarak 500 meter.

Sambil berjalan kaki, ibu-ibu yang tergabung dalam paguyuban batik kalosa ini  berlenggak- lenggok dan memamerkan beragam motif dan warna batik tulis tradisional yang mereka kenakan.

"Seluruh batik tersebut  merupakan karya dari para perajin yang banyak dijumpai di Kecamatan Karangploso, " ujar Ita Fitriyah,  perajin batik.   

Diakui Ita, baju dan kain batik saat ini mulai banyak dikenakan kembali masyarakat. Sayangnya, mayoritas batik tersebut  merupakan batik jenis cap atau cetak  produksi pabrik.

Sementara, batik tulis tradisional hanya diminati segelintir oran karena harganya yang cukup mahal. Namun kondisi tersebut bukan menjadi halangan bagi para perajin  untuk tetap berkreasi.

"Kami akan terus mencipta motif serta detail baru  melalui canting dan tangan unutu melestarikan seni peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia ini, " tandasnya.  

Di penghujung acara,  para perajin membagi-bagikan masker bermotif batik kepada pengguna jalan. Selain sebagai cara efektif mengajak warga kembali mencintai batik tulis tradisional juga menjadi ajang penyadaran masyarakat mengenakan masker sebagai cara paling efektif mencegah penyebaran virus korona.

 


(TOM)