RIYADH: Arab Saudi secara resmi mengumumkan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Namun jumlahnya dibatasi. Hanya jemaah dari berbagai negara yang sudah tinggal di Arab Saudi.
Pelaksanaan ibadah haji terbatas ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, di antaranya menjaga jarak fisik. Keputusan itu diambil lantaran masih meningkatnya kasus covid-19 di seluruh dunia, kurangnya vaksin, dan kesulitan menjaga jarak sosial di antara ribuan jemaah Masjidil Haram yang datang dari luar negeri.
"Jumlah jemaah akan sekitar 1.000. Mungkin lebih sedikit...mungkin lebih sedikit. Jumlahnya tidak akan mencapai puluhan atau ratusan ribu tahun ini" ujar Menteri Haji Mohammad Benten mengatakan kepada wartawan, seperti dikutip AFP, Selasa, 23 Juni 2020.
Jumlah kasus covid-19 di Arab Saudi telah melebihi 160 ribu, dengan 1.307 kematian, menyusul peningkatan kasus infeksi baru selama dua minggu terakhir.
Sekitar 2,5 juta umat Muslim biasanya mengunjungi situs-situs Islam paling suci di Mekkah dan Madinah selama pelaksanaan ibadah haji. Data resmi menunjukkan Arab Saudi menghasilkan sekitar USD 12 miliar setahun dari haji dan umrah.
Kerajaan Arab Saudi menghentikan penerbangan penumpang internasional pada Maret dan meminta umat muslim pada Maret untuk menunda rencana haji sampai pemberitahuan lebih lanjut. Kedatangan internasional untuk jemaah umrah juga telah ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut.
(TOM)