Tragedi Kanjuruhan, Mahasiswa Uinsa Desak Kapolda Jatim Dicopot

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta diminta mundur terkait tragedi Kanjuruhan (Foto / Metro TV) Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta diminta mundur terkait tragedi Kanjuruhan (Foto / Metro TV)

SURABAYA : Tragedi Kanjuruhan rupanya berbuntut panjang. Setelah AKBP Ferli Hidayat dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Malang berikut 9 anggota lainnya, kini publik masih belum puas dan meminta Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta juga dicopot. Mewakili keinginan publik, puluhan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya (Uinsa) mendatangi Polda Jatim untuk menggelar demo, Rabu 5 Oktober 2022.

Koordinator massa aksi, Husni Nurin mengatakan, unjuk rasa tersebut untuk mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus kericuhan yang menewaskan ratusan Aremania secara terbuka.

"Kapolda Jatim tidak bertanggung jawab, hanya minta maaf saja tidak cukup untuk membenarkan tindakan Kapolda Jatim. Usut secara terbuka terhadap tindakan represif kepolisian yang menembakkan gas air mata yang dilakukan di Stadion Kanjuruhan," terangnya.

Sementara koordinator keluarga besar mahasiswa FEBI UIN Sunan Ampel Surabaya, Moh Khoirul Anam kecewa dengan tindakan aparat kepolisian yang menembakan gas air mata ke arah tribun, yang dia sinyalir sebagai penyebab tewasnya ratusan orang akibat panik.

baca juga : Ditinggal Umrah, Ruko di Pasuruan Ludes Terbakar

"Kenapa pihak keamanan menembakan gas air mata, padahal jelas sudah tidak boleh dan melanggar aturan FIFA," tegasnya.

Aksi mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut bubar setelah Kasubdit Sosbud Ditiltelkam Polda Jatim, AKBP Agus Prasetyo menemui puluhan massa. Ia menyampaikan, aspirasi tersebut nantinya akan diteruskan kepada pimpinan.

"Saya memahami apa yang disampaikan tadi adalah suatu hal baik. Oleh karena itu, apa yang disampaikan akan saya sampaikan pada beliau melalui Dirintelkam Polda Jatim," jawabnya.

AKBP Agus juga meminta publik untuk bersabar, dan memberikan waktu untuk pihaknya melakukan investigasi dan pengusutan atas tragedi kelam dalam dunia sepak bola di Indonesia ini.

"Berikan waktu pimpinan Polri, pimpinan Polda Jatim untuk segera memproses siapa yang bertanggung jawab dalam hal ini. Terakhir, segala sesuatu yang terjadi kemarin bukan keinginan kita semua," tandasnya


(ADI)