SIDOARJO : Ada yang unik dalam pemilihan kepala desa (pilkades) di Sidoarjo. Sebab dari 173 desa, di antara calon tersebut terdapat pasangan suami istri (pasutri). Mereka bertarung di Desa Pertapan Maduretno, Kecamatan Taman.
Pasutri tersebut adalah, Heru Sutiyo dan Siti Nur Hayati. Siti bertarung melawan suaminya yang merupakan kepala desa petahana di desa tersebut. Heru mendapat nomor urut 1, sementara istrinya mendapat nomor urut 2.
Di Desa Pertapan Maduretono ini ada 3298 pemilih yang terdaftar. Meskipun dua calon yang maju adalah pasutri antusias warga mencoblos di tujuh tps termasuk tinggi, sekitar 90 persen.
Sama seperti pemilihan kepala daerah yang digelar pada 9 Desember lalu, pelaksanaan pikades serentak ini juga menerapkan protokol kesehatan ketat. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Heru Sutiyo mengatakan jika terpilih kembali akan meneruskan program yang telah dilakukan untuk memajukan desanya. Namun dia juga menyatakan menerima lapang dada, apabila yang menang adalah istrinya.
"Tidak apa-apa yang penting amanah dan bisa melayani masyarakat," ungkapnya.
Sementara calon nomor urut 2, Siti mengaku akan tetap melanjutkan program yang sudah dijalankan suaminya jika dia terpilih sebagai kepala desa. Hanya saja dirinya juga memiliki program unggulan yang nantiya dikerjakan, khususnya terkait kesejahteraan perempuan.
"Kaum perempuan zaman sekarang tidak hanya di bidang urusan rumah tangga, namun juga harus mengasah kemampuan di bidang lainnya," katanya.
Dari hasil penghitungan suara, setelah pencoblosan usai calon petahana ternyata masih terlalu kuat. Sementara sang istri tetap menjadi ibu kepala desa.
(ADI)