Lewat Cokelat, Topeng Malangan Tembus Eropa

Cokelat Topeng Malangan diminati hingga Eropa (metrotv) Cokelat Topeng Malangan diminati hingga Eropa (metrotv)

MALANG. Niat awalnya hanya ingin melestarikan kesenian Topeng Malangan. Namun siapa sangka, hasil karya seniman asal Kota Malang, Djoko Rendi ini malah menembus benua Eropa. 

Biasanya, topeng atau barang seni yang banyak beredar di pasaran berbahan baku  kayu, plastik, tanah atau sejenisnya. Namun Djoko Rendi  berkreasi dengan bahan baku baru, yaitu cokelat batangan. 

Awalnya, pembuatan topeng berbahan cokelat batangan ini dilakukan Djoko Rendi hanya untuk menarik minat anak-anak belajar kesenian Topeng Malangan.  Sebab usahanya untuk mengenalkan Topeng Malangan menemui banyak kendala.  Terutama untuk menarik minat generasi milenial mau belajar seni budaya peninggalan nenek moyang.

"Sudah banyak cara yang saya lakukan, mulai pameran, mengelar pentas hingga pelatihan di berbagai  komunitas. Namun untuk anak-anak minatnya mengenal seni budaya sangat minim. Akhirnya saya buat topeng dari cokelat, agar anak-anak kita mengenal Topeng Malangan,  " ucapnya.

Belajar dari pengalaman dan riset selama bertahun-tahun, akhirnya  dipilih  cokelat sebagai media pembelajaran untuk menarik minat anak-anak. Topeng Malangan atua replika barang purbakala dan jaman kerajaan nusantara dibuatnya dari cokelat batangan.

Proses yang wajib dilalui cukup sederhana.  Cokelat batangan beraneka warna yang banyak dijumpai di pasaran dilelehkan di sebuah wadah di atas bara api. Sebelum mengeras, cokelat lumer tersebut dituang ke dalam cetakan topeng beragam karakter dari bahan silikon.  

Pemilihan cetakan dari bahan silikon memberikan keuntungan  berupa munculnya detil terkecil di setiap karakter topeng yang diinginkan, sesuai dengan setiap ciri khas Topeng Malangan.

Meski awalnya hanya untuk media edukasi kepada generasi muda, namun kini cokelat topeng buatannya justru banyak diminati konsumen sebagai oleh-oleh atau hantaran bagi orang-orang  terkasih.

" Awalnya dibeli konsumen di wilayah Malang Raya ini. Terus berkembang hingga ke sejumlah kota besar tanah air sampai akhirnya ada pemesan dari beberapa negara seperti Jerman dan Prancis, " ucapnya.

Di pasaran, harga cokelat Topeng karya Djoko Rendi dijual antara Rp 3 ribu hingga Rp 350 ribu. Harga disesuaikan dengan  jenis coklat, detail karakter, tingkat kesulitan selama pembuatan serta dimensi topeng yang diproduksi.


(TOM)