Saat ini, tingkat kerusakan jalan di Trenggalek tersebar sporadis di 14 kecamatan. Kondisi terparah terjadi di ruas Karangan-Nglongsor. Kerusakan jalan ini semakin parah saat memasuki musim penghujan.
Lobang jalan berukuran besar menganga di beberapa titik, sehingga kondisi ini cukup menyulitkan dan membahayakan bagi pengguna jalan.
Kepala Dinas PUPR Trenggalek, Ramelan mengatakan terkait kerusakan jalan di Trenggalek pihaknya mengaku kewalahan untuk melakukan penanganan. Kondisi tersebut diakibatkan oleh minimnya anggaran pemeliharaan yang disediakan APBD.
"Kami hanya menerima anggaran pemeliharaan jalan Rp2,8 miliar per tahun," ungkapnya.
Dana tersebut kemudian dibagi Rp200 juta per kecamatan. Anggaran itu dinilai tidak mencukupi untuk merawat jalan karena panjang ruas jalan kabupaten di Trenggalek mencapai 930 kilometer.
"Khusus kerusakan ruas jalan di ruas Karangan-Nglongsor, kami akan dilakukan perbaikan pada tahun ini. Saat ini, paket proyek jalan telah masuk tahap lelang dengan anggaran Rp5,3 miliar," katanya.
Kondisi Jalan Trenggalek yang mudah rusak diakibatkan kurangnya standarisasi kekuatan pada struktur pondasi jalan. Padahal sebagian besar struktur tanah Trenggalek kondisinya labil. Selama ini, pembangunan jalan hanya mengejar pemerataan di seluruh wilayah atau yang penting diaspal.
(ADI)