Serda Rusdiyansyah, Awak KRI Nanggala Tinggalkan Buah Hati Berusia 15 Hari

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengendong putra Serda Rusdiyansyah. (metrotv) Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengendong putra Serda Rusdiyansyah. (metrotv)

SIDOARJO: Salah satu awak KRI Nanggala- 402, Serda M Rusdiyansyah Rahman meninggalkan bayi yang masih berusia 15 hari saat kapal selam hilang kontak dan tenggelam di perairan bali.

Istri korban yang semula shock, tampak pelan-pelan sudah bisa menerima kenyataan dan mengikhlaskan suami tercintanya. Kondisi itu terlihat saat di datangi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan istri Panglima TNI, Nanny Hadi Tjahjanto, Senin 26 April 2021.

Sertu M Rusdiyansyah Rahman yang ahli di bidang elektro komunikasi tersebut itu tinggal di Jalan Makam Desa Kragan, Kecamatan Gedangan Sidoarjo bersama  istri Grassilia Fernanda dan anaknya yang masih bayi.

Anak yang diberi nama Mohammad Elzeyn Firendra Rahman baru lahir pada 7 April 2021 lalu atau masih  berusia 15 hari saat KRI Nanggala 402 hilang kontak pada Rabu 21 April 2021.  

Awalnya, Grassilia Fernanda sempat shock setelah mengetahui seluruh awak KRI Nanggala-402 gugur.Namun saat ini kondisi Grassilia mulai tenang menerima kenyataan dan mengikhlaskan kepergian suaminya.

Di mata Grassilia, suaminya Serda M Rusdiyansyah Rahman adalah pria lembut yang tidak pernah kasar, baik perkataan maupun perbuatan.

"Oranganya tidak pernah ngomong kasar dari dulu sampai sekarang. Penuh tanggung jawab mengerjakan tugas negara, selalu pesan agar siap jika sewaktu-waktu di tinggal tugas, " kenangnya.

 


(TOM)