SURABAYA: PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBTB) mengatakan sebanyak 5.278 aset bidang tanah belum bersertifikat. PLN menargetkan ribuan aset tersebut tersertifikasi hingga Desember 2021 mendatang.
"Kami mohon dukungannya kepada BPN dalam hal sertifikasi aset PLN di Jatim, karena total ada 5.278 aset yang harus tersertifikasi hingga Desember 2021," kata General Manager PLN UIT JBTB Suroso, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 5 Maret 2021.
Ribuan aset tanah itu tersebar di wilayah kerja UIT JBTB. Rinciannya, 3.032 aset PLN UIT JBTB, 29 aset UID Jatim, 1.961 aset UIP JBTB I, dan 256 aset UIP JBTB II.
"Proses sertifikasi seluruh aset PLN Group Jatim bukan pekerjaan mudah. Maka itu kami akan terus berupaya agar aset PLN dapat segera tersertifikasi, sehingga lebih aman dalam penggunaannya," ujarnya.
Aset yang dimiliki PLN UIT JBTB tidak hanya tanah di bawah tapak tower, namun juga terdapat Gardu Induk (GI) dan rumah dinas PLN. Sedangkan dari Unit Induk Pembangunan JBTB I dan JBTB II pun memiliki beberapa aset yang hingga saat ini belum tersertifikasi.
Kepala Kantor Wilayah BPN Jatim Jonahar mengaku akan terus mendukung PLN dalam dalam proses sertifikasi aset, khususnya tanah. Ia menyatakan akan meneruskan ke seluruh Kantah yang ada di Jatim agar dapat memberi dukungan sertifikasi aset PLN.
"Kami upayakan agar Agustus tahun ini bisa terselesaikan seluruh sertifikasi aset PLN Grup Jatim," ujarnya.
(TOM)