SIDOARJO: Bertepatan dengan 15 tahun tragedi lumpur Lapindo, seorang warga melakukan aksi tabur bunga di atas Tanggul Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Sabtu 29 Mei 2021.
Pria bernama Akhmad Basuni (60 tahun), merupakan Koordinator Forum Komunikasi Korban Lumpur Sidoarjo (FKLS) yang saat ini masih terus berjuang menuntut hak pelunasan ganti rugi Lapindo.
Menurut Basuni, ada 234 berkas korban lumpur Lapindo yang saat ini belum mendapatkan pelunasan ganti rugi. Nilainya sekitar Rp 100 miliar.
Terdiri dari 150 berkas milik warga Perumahan Tanggulangin Sejahtera (Perumtas 1), dan 84 berkas milik warga sejumlah des. Seperti Desa Kedungbendo, Ketapang dan Kalitengah di Kecamatan Tanggulangin.
"Ada juga yang dari Desa Siring dan Jatirejo, Kecamatan Porong, " ujar Basuni.
Para korban lumpur tersebut, lanjut Basuni, rata-rata baru mendapatkan uang ganti rugi sebesar 20 persen dari total yang harus dibayar. Sisanya 80 persen, seharusnya dibayar dua tahun setelah mereka mendapatkan 20 persen.
Namun ternyata hingga 15 tahun semburan lumpur lapindo berlalu, sisa uang ganti rugi tak kunjung diberikan. "Kami berharap pada pemerintah agar segera melunasi uang ganti rugi tersebut. Hari ini sudah 15 tahun semburan lumpur Lapindo, " harapnya.
(TOM)