Penerapan Prokes Mulai Ambruk, Petugas Dapati Banyak Pelanggaran

Petugas menghukum pegawai minimarker lantaran mencopot aturan ppkm yang dipasang di toko tersebut (Foto / Metro TV) Petugas menghukum pegawai minimarker lantaran mencopot aturan ppkm yang dipasang di toko tersebut (Foto / Metro TV)
GRESIK : Penerapan pembatasan kegiatan masyrakat (PPKM) tak diimbangi kesadaran masyarakat. Sejumlah warung dan toko nekad membuka meski hingga malam saat penerapan PPKM hari terakhir jilid pertama. Petugas terpaksa memberikan sejumlah hukuman dan menutup jualan mereka.

"Kami banyak temui pelanggaran, seperti waralaba yang kedapatan buka di atas pukul 22.00," kata Camat Wringinaom Suwartono.

Setelah itu, petugas langsung menegur dan memberikan hukuman push up serta baca pancasila kepada sejumlah karyawan. Tak hanya itu, petugas terlihat kesal pasalnya edaran aturan PPKM yang ditempel justru dilepas.

"Mereka menggantinya dengan aturan waralaba itu sendiri. Kami memintanya untuk melepas," terangnya.

Lalu, di sepanjang Jalan Raya Wringinanom petugas juga mendapati warkop melayani puluhan pemuda. Mendapati hal itu, petugas langsung memberikan hukuman push up kemudian me-rapid tes di tempat secara acak.

Penyebaran wabah pandemi covid-19 di Gresik terus meningkat. Tercatat sampai saat ini jumlahnya mencapai 4.715 rang positif covid-19 dan meninggal sebanyak 490 orang.

Dengan diperpanjang penerapan masa PPKM hingga februari nanti petugas akan semakin gencar menggelar operasi rutin setiap hari.

 


(ADI)