Tebing 10 Meter Ambrol, Jalur Alternatif Mojokerto-Batu Padat

Petugas dari Polsek Pacet tengah mengecek lokasi sembari mengatur  lalu lintas di jalur alternatif Mojokerto-Batu (Foto / Metro TV) Petugas dari Polsek Pacet tengah mengecek lokasi sembari mengatur lalu lintas di jalur alternatif Mojokerto-Batu (Foto / Metro TV)
MOJOKERTO : Jalur alternatif Mojokerto-Batu di kawasan hutan lindung Tahura R Suryo tertimbun longsor, Senin 25 Januari 2021. Material tebing setinggi 10 meter ambrol dan menutup separuh jalan raya.

Akibat kejadian ini, ruas jalan Batu-Mojokerto dan sebaliknya terpaksa dilakukan buka tutup. Pengguna jalan juga harus melintas bergantian karena terhalang meterial longsor.

Petugas Polsek Pacet sudah mendatangi lokasi untuk melakukan penjagaan. Mereka juga melakukan pembersihan secara manual sambil menunggu alat berat datang.

"Anggota Polsek Pacet sudah melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka tutup," ujar Ketua Relawan Welirang Komuniti Kabupaten Mojokerto, Nuruddiyan Kholiq.

Kholiq mengatakan, longsor terjadi akibat hujan deras sejak Minggu 24 Januari 2021. Saat itu intensitas hujan cukup tinggi di wilayah kawasan tahura.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Moch Zaini membenarkan kejadian tersebut. Info awal yang diterimanya longsor di jalur Mojokerto-Kota Batu. Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Saat ini sementara jalur alternatif tersebut masih bisa dilalui kendaraan.

"Lalu lintas masih bisa separuh jalan. Namun pengendara harus berhati-hati lagi. Kalau bisa mencari jalur lain jika ingin ke Batu ataupun Malang," katanya.

 


(ADI)